Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tabir gelap di antara kita
Kini mulai meredah
Membuka lembaran baru
Yang tak lagi berbuih
Manisnya hidup ku tlah lalui
Pahitnya kini tak lagi kurasakan
Kutelusuri hari-hari indah
Dengan penuh kasih dan sayang
Mengerti semua apa yang kurasakan
Tak membuatmu bahagia
Apakah kau benar-benar cinta
Ku hanya bisa berharap kembali
Berada disisiku lagi
Seperti dulu saat bersama
By : Galang
0
comments
Ini adalah sebuah lagu yang diciptakan oleh Kelompok Penyanyi Jalanan atau yang sering disebut KPJ. Saya mencoba menyanyikan lagu ini meskipun banyak kesalahan mohon dimaklumi saja karena masih dalam proses pembelajaran. Lagu ini sederhana dan mudah dimengerti bagi yang mendengarnya. Lagu ini menceritakan tentang musibah yang bertubi-tubi melanda negeri kita tercinta yaitu Indonesia. Mari cekidot video di bawah ini...
Musibah kini menimpa lagi
Melanda negeri ini
Puluhan jiwa melayang pergi
Akibat wedus gembel datang lagi
Kota Jogja nama tempat peristiwa
Desa sleman menjadi saksi yang nyata
Mayat-mayatnya pada bergelimpangan
Ini salah siapa Ini dosa siapa
Mungkinkah Tuhan memurkai kita
Atas segala perbuatan kita
Awan berarak menyelimuti bumi
Ibu pertiwi menangis sedih
Tragedi di kota Padang
Tragedi di Pulau Mentawai
Ratusan saudaraku jiwanya pun melayang
Akibat gempa bumi akibat gelombang tsunami
Darah bersimbah jiwapun melayang
Selamat jalan wahai saudaraku
Damailah engkau adalah negeri
Ciptakan gelombang kedamaian
Satukan tujuan demi cita-cita
Bangunlah kembali Indonesia
Satukan tujuan demi cita-cita
Bangunlah kembali Indonesia
by KPJ
by KPJ
Hari libur seperti hari ini memang membosankan kalau tidak ada sesuatu yang dikerjakan. Oleh karena itu saya iseng buat video dari lagu Bang Iwan Fals judulnya Ujung Aspal Pondok Gede. Meskipun banyak kekurangan mohon dimaklumi karena masih dalam proses pembelajaran. Mari Cekidot Kawan..
Di kamar ini aku dilahirkan
Di bale bambu buah tangan bapakku
Di rumah ini aku dibesarkan
Dibelai mesra lentik jari ibuku
Nama dusunku ujung aspal pondok gede
Rimbun dan anggun
Ramah senyum penghuni dusunku
Kambing sembilan motor tiga
Bapak punya
Ladangnya luas habis sudah sebagai gantinya
Sampai saat tanah moyangku
Tersentuh sebuah rencana
Demi serakahnya kota
Terlihat murung wajah pribumi
Terdengar langkah hewan bernyanyi
Di depan masjid
Samping rumah wakil pak lurah
Tempat dulu kami bermain
Mengisi cerahnya hari
Namun sebentar lagi
Angkuh tembok pabrik berdiri
Satu persatu sahabat pergi
Dan tak kan pernah kembali















