Daftar Sekarang Bonus $10 langsung dari PROFITCLICKING
Pengenalan Mikrokontroler
Pengenalan Mikrokontroler. Selama 40 tahun sejak pertama kali
diperkenalkan, mikrokontroler telah mengalami banyak perkembangan. Berbagai
teknologi, fungsi, serta periferal yang diterapkan pada komponen ini menjadikan
mikrokontroler yang saat ini beredar memiliki banyak variasi. Sudah tak
terhitung pula aplikasi yang dibuat menggunakan mikrokontroler, mulai dari
untuk kehidupan sehari-hari hingga skala industri.
Pengenalan Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah komputer mikro dalam satu chip tunggal.
Mikrokontroler memadukan CPU, ROM, RWM, I/O paralel, I/O seri, counter-timer,
dan rangkaian clockdalam satu chip seperti terlihat pada Gambar 2. Dengan
kata lain, mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai
masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus
dengan cara khusus. Cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis
data. Sebagai contoh, bayangkan diri Anda saat mulai belajar membaca dan
menulis. Ketika Anda sudah bisa melakukan hal itu maka Anda bisa membaca
tulisan apapun baik buku, cerpen, artikel, dan sebagainya, dan Andapun bisa
menulis hal-hal sebaliknya. Begitu pula jika Anda sudah mahir membaca dan
menulis data maka Anda dapat membuat program untuk membuat suatu sistem
pengaturan otomatis menggunakan mikrokontroler sesuai keinginan Anda.
Blok Diagram Mikrokontroller |
Sama halnya dengan mikroprosesor, mikrokontroler adalah
piranti yang dirancang untuk kebutuhan umum. Fungsi utama dari mikrokontroler
adalah mengontrol kerja mesin atau sistem menggunakan program yang disimpan
pada sebuah ROM.
Mikrokontroler merupakan komputer didalam chip yang digunakan
untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efisiensi dan efektifitas
biaya. Secara harfiah dapat disebut sebagai “pengendali kecil” dimana sebuah
sistem elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponen-komponen pendukung
seperti IC TTL dan CMOS dapat direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta
dikendalikan oleh mikrokontroler ini.
Mikrokonktroler digunakan dalam produk dan alat yang
dikendalikan secara automatis, seperti sistem kontrol mesin, remote
control, mesin kantor, peralatan rumah tangga, alat berat, dan mainan. Dengan
mengurangi ukuran, biaya, dan konsumsi tenaga dibandingkan desain menggunakan
mikroprosesor memori dan alat input output yang terpisah, kehadiran
mikrokontroler membuat kontrol elektrik untuk berbagai proses menjadi lebih
ekonomis. Dengan penggunaan mikrokontroler ini maka:
- sistem elektronik akan menjadi lebih ringkas,
- rancang bangun sistem elektronik dapat dilakukan lebih cepat karena sebagian besar sistem merupakan perangkat lunak yang mudah dimodifikasi,
- gangguan yang terjadi lebih mudah ditelusuri karena sistemnya yang kompak.
Namun, mikrokontroler tidak sepenuhnya dapat mereduksi
komponen IC TTL dan CMOS yang seringkali masih diperlukan untuk aplikasi
kecepatan tinggi atau sekedar menambah jumlah saluran masukan dan keluaran
(I/O). Dengan kata lain, mikrokontroler adalah versi mini atau mikro dari
sebuah komputer karena mikrokontroler telah mengandung beberapa periferal yang
langsung bisa dimanfaatkan, misalnya port paralel, port serial, komparator,
konversi digital ke analog (DAC), konversi analog ke digital dan sebagainya
hanya menggunakan sistem minimum yang sederhana.
Agar sebuah mikrokontroler dapat berfungsi, maka
mikrokontroler tersebut memerlukan komponen eksternal yang kemudian disebut
dengan sistem minimum. Untuk membuat sistem minimum paling tidak dibutuhkan
sistem clockdan reset, walaupun pada beberapa mikrokontroler sudah
menyediakan sistem clock internal, sehingga tanpa rangkaian eksternal
pun mikrokontroler dapat beroperasi.
Untuk merancang sebuah sistem berbasis mikrokontroler, kita
memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak, yaitu sistem minimum
mikrokontroler, software pemrograman dan kompiler, serta downloader.
Yang dimaksud dengan sistem minimum adalah sebuah rangkaian mikrokontroler yang
sudah dapat digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi. Sebuah IC
mikrokontroler tidak akan berarti bila hanya berdiri sendiri. Pada dasarnya,
sebuah sistem minimum mikrokontroler AVR memiliki prinsip dasar yang sama dan
terdiri dari 4 bagian, yaitu:
- prosesor, yaitu mikrokontroler itu sendiri,
- rangkaian reset agar mikrokontroler dapat menjalankan program mulai dari awal,
- rangkaian clock, yang digunakan untuk memberi detak pada CPU,
- rangkaian catu daya, yang digunakan untuk memberi sumberdaya.
Pada mikrokontroler jenis-jenis tertentu (misalnya AVR), poin
2 dan 3 sudah tersedia di dalam mikrokontroler tersebut dengan frekuensi yang
telah diatur oleh produsen (umumnya 1MHz,2MHz,4MHz,dan 8MHz), sehingga pengguna
tidak memerlukan rangkaian tambahan. Namun bila pengguna ingin merancang sistem
dengan spesifikasi tertentu (misalnya komunikasi dengan PC atau handphone),
maka pengguna harus menggunakan rangkaian clock yang sesuai dengan
karakteristik PC atau HP tersebut, biasanya menggunakan kristal 11,0592 MHz,
untuk menghasilkan komunikasi yang sesuai dengan baud rate piranti
yang dituju.
Keluarga AVR
Secara umum, mikrokontroler terbagi menjadi tiga keluarga
besar yang ada di pasaran, yaitu: Keluarga MCS51, Keluarga AVR, dan Keluarga
PIC. Setiap keluarga mempunyai ciri khas dan karakteriktik masing-masing. Dalam
pelatihan kali ini akan dibahas Keluarga AVR.
Mikrokontroler Alv and Vegard’s Risc processor, atau sering
disingkat AVR, merupakan mikrokontroler RISC 8 bit. Penggunaan teknologi RISC
ini menyebabkan sebagian besar kode instruksi dikemas dalam satu siklus clock.
AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering digunakan dalam bidang
elektronika dan instrumentasi.
AVR umumnya dapat dikelompokkan dalam empat kelas. Pada
dasarnya perbedaan masing-masing kelas adalah pada memori, periferal, dan
fungsinya. Keempat kelas tersebut adalah keluarga ATTiny, keluarga AT90Sxx,
keluarga ATMega, dan AT86RFxx.
ATTiny 2313 |
AT90S 1200 |
AT86RF 231 |
ATMEGA 8535 |
ATMEGA 8535/16/32
Merupakan mikrokontroler seri ATMEGA berbasis arsitektur AVR
8 bit. Secara fisik ketiga jenis mikrokontroler tersebut sama dan bisa
digunakan pada sistem minimum yang sama pula. Perbedaan ketiga mikrokontroler
tersebut adalah spesifikasi memori yang dibunakan. Berikut tabel perbandingan
ketiga mikrokontroler tersebut.
Tabel: Perbandingan ATMEGA 8535, 16, dan 32
Konfigurasi Pin Mikrokontroler ATMEGA 16, 32, dan 8535 |
ATTINY 2313
ATtiny2313 merupakan seri mikrokontroler dengan arsitektur
AVR 8 bit. Walaupun memiliki arsitektur yang sama, ATTINY berbeda dari ATMEGA
dari segi fitur dan memori. Bandingkan ATMEGA 8535 yang memiliki memori flash 8
KB dengan ATTINY 2313 yang hanya memiliki memoriflash sebesar 2 KB. Secara
fitur, ATMEGA menyertakan fitur ADC dalam satu kemasan IC sedangkan ATTINY 2313
tidak memiliki fitur tersebut. Selain itu kecepatan maksimal ATTINY 2313 hanya
sampai 8 MHz saja, berbeda dengan seri ATMEGA 16 yang sanggup hingga 16 MHz.
Konfigurasi pin dari mikrokontrolerATTINY 2313 dapat dilihat pada Gambar
dibawah ini.
Konfigurasi Pin Mikrokontroler ATtiny2313 |
sumber : http://www.immersa-lab.com/pengenalan-mikrokontroler.html
GET UPDATE ARTIKEL MENARIK CELOTEH GALANG
Dapatkan kiriman artikel terbaru langsung ke email anda!
Artikel Terkait:
Tugas Kuliah