Halo para Sobat Blogger semua....
Beberapa hari yang lalu ada sahabat yang memberi Award Setetes Embun kepada saya. Itu sangat membuat saya senang karena beberapa hari yang lalu saya juga ulang tahun. Ini mungkin sebuah kado ultah buat saya agar saya selalu setia dan eksis dalam dunia Blogger. Mohon maaf ya sahabatku X-NET dan Allfilecollection karena baru bisa menulis artikel ini sekarang disebabkan hari-hari kemarin banyak sekali pekerjaan yang harus saya selesaikan. Sekali lagi saya berterima kasih sekali buat sahabat saya X-NET dan Allfilecollection karena telah memberikan Award ini kepada saya. Ini adalah Award kedua saya selama saya berkecimpung dalam Dunia Blogger.
Award ini merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan silaturahmi sesama Blogger agar terjalin sebuah hubungan yang erat sesama pecinta Blogger.Untuk mendapatkan Award ini sebenarnya mudah, kita sering-sering saja bekunjung ke Blog sahabat dengan memberi setetes komen atau kata di GuesBook.
KETENTUAN AWARD
Bagi para sahabat yang menerima Award berkewajiban memberikan ucapan Terima Kasih karena ucapan terima kasih adalah ucapan yang sangat mulia dan lebih berharga dari pada hadiah emas.
Bagi para sahabat juga berkewajiban untuk Follow dan memasang Link/Banner blog Sobat yang memberikan Award.
Sobat yang menerima berkewajiban memberikan Award ini kepada Para Sahabat yang selalu memberikan setetes komentarnya.
Award ini tak ada batasnya sapa yang harus menerima karena di setiap blog tak sama jumlah yang selalu hadir dan memberiakan setetes komentar.
Bagi para sahabat berkewajiban memberikan komentar di bawah ini sebelum mengambil Award
Bagi para sahabat yang menerima Award berkewajiban memberikan ucapan Terima Kasih karena ucapan terima kasih adalah ucapan yang sangat mulia dan lebih berharga dari pada hadiah emas.
Bagi para sahabat juga berkewajiban untuk Follow dan memasang Link/Banner blog Sobat yang memberikan Award.
Sobat yang menerima berkewajiban memberikan Award ini kepada Para Sahabat yang selalu memberikan setetes komentarnya.
Award ini tak ada batasnya sapa yang harus menerima karena di setiap blog tak sama jumlah yang selalu hadir dan memberiakan setetes komentar.
Bagi para sahabat berkewajiban memberikan komentar di bawah ini sebelum mengambil Award
Award ini saya berikan kepada :
Selamat buat sahabat yang Menerima Award ini, sudi kiranya untuk mengambil Award ini...
Sekian Terima Kasih...
10
comments
Tabir gelap di antara kita
Kini mulai meredah
Membuka lembaran baru
Yang tak lagi berbuih
Manisnya hidup ku tlah lalui
Pahitnya kini tak lagi kurasakan
Kutelusuri hari-hari indah
Dengan penuh kasih dan sayang
Mengerti semua apa yang kurasakan
Tak membuatmu bahagia
Apakah kau benar-benar cinta
Ku hanya bisa berharap kembali
Berada disisiku lagi
Seperti dulu saat bersama
By : Galang
Hari ini, 4 April 2011 tepat genap umurku 21 tahun. Ada yang bertambah dan ada yang berkurang. Bertambah, ya aku bertambah tua. Berkurang, ya jatah umurku di dunia ini semakin berkurang. Orang bilang "menjadi tua itu pasti, dan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan". Sebenarnya hari ini tidak ada yang spesial bahkan terbilang sama seperti hari-hari lainnya. Hanya saja hari ini banyak teman dan rekan yang memberi selamat ulang tahun.
Kembali aku merenung, apa saja yang sudah kulakukan di tahun lalu dan apa yang akan kulakukan di tahun depan.
Kali ini, ijinkan aku meniru Mario saat berulang tahun, yakni menyampaikan perenungan singkatku atas hidupku, semoga dapat memberikan kekuatan bagi yang merasa lemah, jalan bagi yang merasa buntu, dan harapan bagi yang merasa hilang harapan.
21 tahun, Usia yang terbilang masih muda untuk menapaki jalan-jalan kehidupan yanag sudah menunggu di depan mata kita.
Sejenak aku ingat sebuah filosofi :
"MENIRULAH PRIBADI ORANG KAMU KAGUMI,
KARENA MENIRU ADALAH JALAN TERPENDEK UNTUK MENJADIKAN DIRI KAMU SAMA DENGAN PRIBADI YANG KAMU KAGUMI"(Mario Teguh)
Kali ini, ijinkan aku meniru Mario saat berulang tahun, yakni menyampaikan perenungan singkatku atas hidupku, semoga dapat memberikan kekuatan bagi yang merasa lemah, jalan bagi yang merasa buntu, dan harapan bagi yang merasa hilang harapan.
21 tahun, Usia yang terbilang masih muda untuk menapaki jalan-jalan kehidupan yanag sudah menunggu di depan mata kita.
Tapi ada perbedaan yang kurasakan dalam setahun terakhir ini.
Tapi ada perbedaan yang dirasakan juga oleh orang-orang disekelilingku.
Ada yang berubah dalam diriku
Aku berubah
Tapi ada perbedaan yang dirasakan juga oleh orang-orang disekelilingku.
Ada yang berubah dalam diriku
Aku berubah
Dan hanya merekalah yang tahu...
Dulu, aku terkubur dalam manusia lamaku.
Dulu, aku sangat sombong karena kekuatanku.
Dulu, aku selalu merasa tidak puas akan nasibku.
Hingga akhirnya, aku mengalami badai besar dimana titik itu berputar 180 derajat.
Teringat saat itu, dimana tiap hari, bathin ini bergumul, bagaimana mencegah bisikan untuk lari dari kenyataan ini,
Aku berada di level terendah dalam hidupku.
Kini aku tersenyum saat mengingat pesan sebuah filsafat lagi :
Aku bersyukur karena pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Kusadari sepenuhnya... segala kehebatanku, kepandaian & kekuatanku, sudah tidak lagi berguna.
Pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Aku bersyukur, disaat ku tak mampu lagi...aku memilih kembali kepada Sang Maha Kuasa.
Kusadari kini,
Aku sebenarnya berada dalam sekolah yang disebut kehidupan.
Ada kalanya ujian itu datang, tidak lain untuk meluluskan aku naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Tak peduli usiaku,
Tingkatan yang lebih tinggi hanya bisa diraih dengan lulusnya aku saat ujian/badai datang.
Jika anda belum lulus, setua apapun aku, aku masih belum naik tingkat.
Pilihanku,
Apakah aku akan lari dari setiap badai yang menerpaku,
ataukah aku akan mencoba melewati badai dengan mengandalkan kekuatanku sendiri,
atau aku akan melewati setiap badai dengan di beri kemudahan bersama Tuhanku?
Aku, dalam manusia baruku, menyadari..
Dulu, aku terkubur dalam manusia lamaku.
Dulu, aku sangat sombong karena kekuatanku.
Dulu, aku selalu merasa tidak puas akan nasibku.
Hingga akhirnya, aku mengalami badai besar dimana titik itu berputar 180 derajat.
Teringat saat itu, dimana tiap hari, bathin ini bergumul, bagaimana mencegah bisikan untuk lari dari kenyataan ini,
Aku berada di level terendah dalam hidupku.
Kini aku tersenyum saat mengingat pesan sebuah filsafat lagi :
“BERSYUKURLAH JIKA ENGKAU SUDAH DI LEVEL TERENDAH DALAM HIDUPMU, KARENA TIDAK ADA PILIHAN LAIN SELAIN UNTUK NAIK ”
Aku bersyukur karena pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Kusadari sepenuhnya... segala kehebatanku, kepandaian & kekuatanku, sudah tidak lagi berguna.
Pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Aku bersyukur, disaat ku tak mampu lagi...aku memilih kembali kepada Sang Maha Kuasa.
Kusadari kini,
Aku sebenarnya berada dalam sekolah yang disebut kehidupan.
Ada kalanya ujian itu datang, tidak lain untuk meluluskan aku naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Tak peduli usiaku,
Tingkatan yang lebih tinggi hanya bisa diraih dengan lulusnya aku saat ujian/badai datang.
Jika anda belum lulus, setua apapun aku, aku masih belum naik tingkat.
Pilihanku,
Apakah aku akan lari dari setiap badai yang menerpaku,
ataukah aku akan mencoba melewati badai dengan mengandalkan kekuatanku sendiri,
atau aku akan melewati setiap badai dengan di beri kemudahan bersama Tuhanku?
Aku, dalam manusia baruku, menyadari..
Hari ini 4 April 2011, aku genap berusia 21 tahun. Seperti setahun sebelumnya, tidak ada perayaan khusus karena akupun terkadang mengganggap biasa saja. Namun pada ultah ini aku merasa ada satu perasaan yang berbeda. Tidak tahu sebabnya apa, yang jelas saya merasa sudah dewasa untuk menjalani kehidupan ini. Kilas balik tentang kehidupanku selama ini. Apa yang sudahku lakukan? Apa yang sudah kucapai? Sudahkan aku menjadi dewasa dalam arti yang sesunguhnya? Kira-kira aku hidup berapa tahun lagi ya Kapan bisa kaya raya dan pensiun muda ya? Bagaimana kehidupan rohaniku? bisakah jadi orang yang baik? bisakah menjadi calon suami, ayah dan sahabat yang baik? dan seterusnya. Berbagai macam pertanyaan seolah muncul silih berganti di kepala. Jawabannya masih ada di awang-awang. All I want to do adalah berbuat yang terbaik dalam peranku saat ini.
Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya.
Demi Allah, sesungguhnya semakin dekat ujung kehidupanku, Hisab semakin nyata, dan sesungguhnya Hisab Allah amatlah berat, Smoga tak kusia siakan nafasku, tak kusia siakan waktuku, Sesungguhnya Hanya Engkaulah tujuanku. Perjalanan hidupku, menempuh alam dunia menghabiskan waktu, yang tiada lama. Usia bertambah makin senja, tiada terasa tak tersadar. Semakin dekatlah ajalku.
Ya Allah,… Berilah aku kekuatan …
Oh..Selamat ulang tahun untuk diriku sendiri dan juga buat orang-orang yang berulang tahun di hari yang sama! Heee…
Ini adalah sebuah lagu yang diciptakan oleh Kelompok Penyanyi Jalanan atau yang sering disebut KPJ. Saya mencoba menyanyikan lagu ini meskipun banyak kesalahan mohon dimaklumi saja karena masih dalam proses pembelajaran. Lagu ini sederhana dan mudah dimengerti bagi yang mendengarnya. Lagu ini menceritakan tentang musibah yang bertubi-tubi melanda negeri kita tercinta yaitu Indonesia. Mari cekidot video di bawah ini...
Musibah kini menimpa lagi
Melanda negeri ini
Puluhan jiwa melayang pergi
Akibat wedus gembel datang lagi
Kota Jogja nama tempat peristiwa
Desa sleman menjadi saksi yang nyata
Mayat-mayatnya pada bergelimpangan
Ini salah siapa Ini dosa siapa
Mungkinkah Tuhan memurkai kita
Atas segala perbuatan kita
Awan berarak menyelimuti bumi
Ibu pertiwi menangis sedih
Tragedi di kota Padang
Tragedi di Pulau Mentawai
Ratusan saudaraku jiwanya pun melayang
Akibat gempa bumi akibat gelombang tsunami
Darah bersimbah jiwapun melayang
Selamat jalan wahai saudaraku
Damailah engkau adalah negeri
Ciptakan gelombang kedamaian
Satukan tujuan demi cita-cita
Bangunlah kembali Indonesia
Satukan tujuan demi cita-cita
Bangunlah kembali Indonesia
by KPJ
by KPJ



















